Pembangunan Sekolah Unggulan, Efektifkah?

Pembangunan Sekolah Unggulan, Efektifkah?
    
Sekolah Unggulan

Di era globalisasi, pesatnya perkembangan teknologi dan informasi berpengaruh terhadap dunia pendidikan. Pemerintah Indonesia mendirikan sekolah-sekolah unggulan di berbagai wilayah sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Dengan adanya program sekolah unggulan diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang lebih berkualitas. Namun, program pemerintah tersebut menuai pertentangan dari sebagian masyarakat.
Sekolah unggulan dianggap oleh masyarakat umum sebagai sekolah yang hanya ditujukan untuk kelompok masyarakat elite dengan ekonomi menengah ke atas karena biayanya yang tinggi. Sekolah unggulan tidak mampu dijangkau oleh masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah walaupun mereka cerdas. Bahkan, dalam program pemerintah yang sudah berjalan hanya sepuluh persen banyaknya siswa miskin yang dapat masuk ke sekolah unggulan dan itupun bagi mereka yang memiliki nilai rendah. Hal tersebut seakan-akan memperkecil kesempatan masyarakat menengah ke bawah untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas layaknya masyarakat ekonomi menengah ke atas.
Selain itu, kehadiran sekolah unggulan dapat memicu terjadinya diskriminasi dan berbagai masalah sosial. Sekolah unggulan cenderung enggan menjalin kemitraan dengan sekolah-sekolah nonunggulan di sekitarnya. Mereka lebih mementingkan persaingan dalam hal potensi intelektual siswanya. 
Dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 ditegaskan bahwa pendidikan sangat penting bagi seluruh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pendidikan sangat diperlukan. Pemerintah tidak perlu membangun sekolah unggulan. Akan tetapi, sebaiknya mereka berupaya meratakan pembangunan sekolah biasa dan meningkatkan sistem pengajarannya, seperti menyamakan kurikulum antarsekolah. Dengan demikian, kualitas pendidikan Indonesia akan meningkat tanpa menimbulkan diskriminasi terhadap golongan ekonomi menengah ke bawah dan tidak akan menimbulkan  berbagai masalah sosial lainnya.

Post a Comment

0 Comments