Sektor UMKM Terdampak Covid

   Sektor UMKM Terdampak Covid

Sektor UMKM Terkena Dampak Covid 19

Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah lebih rentan dalam menghadapi dampak Covid-19 terkait dari sisi pasokan dan permintaan serta adanya pembatasan pergerakan. Besarnya risiko pailit pada usaha mikro, membuat segmen usaha mikro mengalami dampak penurunan pendapatan terbesar. Terlebih baru-baru ini, sebuah studi menyebut jika Covid-19 akan membuat Indonesia mengalami penurunan persentase pertumbuhan ekonomi sebesar 0.1% di tahun 2020. Secara garis besar, dampak nyata yang disebabkan Covid-19 terhadap sektor UMKM di Indonesia lantaran penjualan menurun, sulitnya bahan baku, distribusi terhambat, permodalan dan produksi terhambat. Permasalahan tersebut dinilai muncul karena kebijakan social distancing.

Anjuran social distancing demi menghindari penularan virus Corona yang lebih luas, sedikit banyak turut andil menurunkan aktivitas jual-beli di tengah masyarakat. Kebijakan social distancing yang dipilih pemerintah telah membuat aktivitas produksi terganggu. Beberapa perusahaan mengambil kebijakan Work From Home, beberapa lagi memutuskan untuk merumahkan karyawannya, hingga PHK massal. Efek dari PHK dan pekerja yang dirumahkan telah membuat penurunan kapasitas produksi mengalami penurunan ekstrem. Mau tidak mau kondisi ini telah menyebabkan bahan baku produksi industri rumah tangga mengalami kelangkaan, atau mengalami kenaikan harga yang ekstrem. 

Tidak hanya UMKM yang bergerak di sektor produksi rumahan, mereka yang bergerak di bidang jasa pun dilaporkan mengalami penurunan omset yang signifikan. Misalnya tukang cukur yang terpaksa harus kehilangan penghasilan akibat kebijakan social distancing. Mereka yang bekerja sebagai buruh harian lepas, seperti pegawai bangunan, makeup artis, pekerja wedding organizer, fotografer pernikahan, dan lainnya dilaporkan kesulitan mendapatkan penghasilan  karena sejumlah proyek terpaksa ditunda akibat pandemi virus Corona. Namun, beruntung, pemerintah saat ini cukup berani mengambil kebijakan dengan tidak memberlakukan lockdown, sehingga beberapa UMKM di daerah masih punya kesempatan untuk mencari cara agar tetap bisa bertahan hidup.

Melihat perkembangan wabah Covid-19 harus disadari bersama bahwa bencana non alam ini bukan masalah yang sederhana. Wabah corona ini apabila tidak segera ditangani akan berdampak pada krisis multidimensi yang berbahaya. Penularan Covid-19 bergerak sangat cepat, pemerintah harus bergerak lebih cepat. Pemerintah juga harus menyediakan dana untuk menjamin keberlangsungan hidup masyarakat yang bekerja di sektor UMKM dan seluruh masyarakat yang pendapatan ekonominya harian. Misalnya pedagang pasar tradisional, jutaan pengemudi ojek online yang tersebar di seluruh Indonesia, para pemulung, dan kelompok masyarakat miskin lainnya.

Post a Comment

0 Comments