Indonesia menjadi salah satu negara yang siap menerima vaksinasi Covid-19. Pada awal Desember 2020 lalu, gelombang pertama Vaksin Sinovac dari China sudah masuk ke Indonesia. Pemerintah Indonesia masih terus berupaya untuk meredakan penularan virus Covid-19, salah satunya dengan program vaksinasi. Pemberian vaksinasi dilakukan oleh pemerintah secara cuma-cuma dan bertahap setelah mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait keamanan vaksin. Adapun pentahapan vaksinasi tersebut terbagi menjadi empat tahap. Sasaran vaksinasi tahap pertama yaitu, benaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang, serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan Profesi Kedokteran pada suatu fasilitas pelayanan kesehatan. Selanjutnya, sasaran vaksinasi tahap kedua yaitu petugas pelayanan publik meliputi Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya, serta petugas lain yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat, juga kelompok usia lanjut > 60 tahun. Sementara itu, vaksinasi Covid-19 tahap ketiga menyasar masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi. Tahap keempat vaksinasi diberikan pemerintah kepada masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan kluster sesuai ketersediaan vaksin. Lantas bagaimana jika banyak orang yang kemudian menolak vaksinasi ini?
Menurut survei, masih banyak warga yang menolak divaksinasi. Vaksinasi sendiri hingga kini masih diperdebatkan terkait efektivitas dan seberapa penting vaksin melindungi tubuh. Terlebih di tengah pandemi lini produksi vaksin terkesan dilakukan dengan cepat. Alasan yang mungkin mendasari seseorang menolak vaksin diantaranya, orang tersebut merasa dirinya aman dari serangan virus merasa takut dengan kandungan vaksin, atau munculnya informasi hoaks seputar Vaksin Covid -19 yang mengalir deras dalam bentuk video maupun tulisan. Hal-hal tersebut tentunya akan menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat dan menggiring mereka untuk menolak divaksinasi. Terlepas dari semua itu, program vaksinasi memang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan menurunkan risiko terinfeksi vitus. Oleh karenanya, penting untuk menumbuhkan kesadaran pentingnya vaksinasi kepada masyarakat. Manfaat vaksin juga harus disampaikan secara tepat begitu juga dengan informasi-informasi terkait vaksin Covid-19 agar tidak menimbulkan disinformasi. Penting juga untuk senantiasa menjaga kebersihan, rajin mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, dan selalu menjaga kebugaran tubuh agar terhindar dari berbagai virus penyebab penyakit.
0 Comments